Menjadi Guru: Jalan Sunyi yang Diberkahi Langit

Menjadi guru bukanlah jalan yang selalu ramai oleh pujian. Ia sering kali sunyi, penuh lelah, dan tak jarang menguras kesabaran. Di ruang kelas yang sederhana, di hadapan murid-murid dengan beragam latar dan karakter, seorang guru menghabiskan hidupnya untuk menanam sesuatu yang hasilnya mungkin baru terlihat bertahun-tahun kemudian atau bahkan setelah ia tiada. Namun justru di situlah letak keindahannya.

Jalan Ilmu adalah Jalan Ibadah

Mengajar bukan sekadar profesi, tetapi ibadah yang berkelanjutan. Allah ﷻ mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dan yang mengajarkan ilmu.

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujādilah: 11)

Ayat ini bukan hanya penghibur, tetapi juga penegas bahwa setiap keringat guru dicatat sebagai amal yang bernilai tinggi di sisi Allah. Meski dunia sering tidak adil dalam memberi penghargaan, langit tidak pernah lalai mencatat pengorbanan.

Lelah yang Bernilai Jihad

Banyak guru yang pulang dengan tubuh letih, suara serak, dan hati yang diuji. Namun Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa orang yang mengajarkan kebaikan tidak pernah sendiri, seluruh makhluk mendoakannya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِيْنَ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِيْ جُحْرِهَا، وَحَتَّى الْحُوْتَ لَيُصَلُّوْنَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, hingga semut di lubangnya dan ikan di laut, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. At-Tirmidzi)

Bayangkan: ketika seorang guru duduk menyusun modul ajar, menegur murid dengan sabar, atau mengulang penjelasan untuk kesekian kalinya, di saat itu pula doa-doa mengalir dari makhluk yang bahkan tak pernah ia lihat.

Ilmu yang Tak Pernah Mati

Guru mungkin lupa berapa murid yang pernah ia ajar, tetapi ilmu tidak pernah lupa siapa yang menanamkannya. Setiap huruf yang diajarkan, setiap nilai yang ditanamkan, akan terus hidup dan berkembang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Ulama menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat mencakup ilmu yang diajarkan dengan ikhlas, lalu diamalkan dan diajarkan kembali oleh murid-muridnya. Inilah investasi akhirat yang paling panjang umurnya.

Guru: Pewaris Para Nabi

Imam Al-Ghazali رحمه الله menyebutkan bahwa kedudukan guru sangatlah mulia, bahkan mendekati para nabi.

Ia berkata:

“Mengajarkan ilmu adalah pekerjaan yang paling mulia, karena seorang guru menyempurnakan akhlak manusia dan mendekatkannya kepada Allah.” (Al-Ghazali, Ihyā’ ‘Ulūmiddīn, Juz 1, Kitab Al-‘Ilm.) 

Sementara Imam Ibnul Qayyim رحمه الله menegaskan:

“Orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia dan membimbing mereka di jalan Allah adalah penerus tugas para rasul.” (Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Miftāḥ Dār As-Sa‘ādah, Juz 1)

Para nabi tidak mewariskan harta, tetapi ilmu dan nilai. Dan para guru adalah mereka yang memikul warisan itu, meski dengan gaji yang sederhana, fasilitas terbatas, dan tantangan yang berat.

Ketika Niat Dijaga, Berkah Akan Datang

Keberkahan tidak selalu hadir dalam bentuk materi. Ia bisa hadir sebagai:

  • hati yang tenang,
  • murid yang kelak mendoakan,
  • keluarga yang dijaga Allah,
  • atau ilmu yang terus mengalir pahalanya.

Imam Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله berkata:

“Aku tidak mengetahui amal yang lebih utama setelah kewajiban selain mengajarkan ilmu dengan niat yang benar.” (Diriwayatkan dalam biografi Sufyan Ats-Tsauri dalam Siyar A‘lām An-Nubalā’ karya Imam Adz-Dzahabi)

Maka, ketika seorang guru merasa lelah, ingatlah: bisa jadi kelelahan itu sedang menggugurkan dosa, dan kesabaran itu sedang membangun istana di akhirat.

Tetaplah Menjadi Guru

Menjadi guru memang tidak mudah. Tetapi ia adalah jalan orang-orang mulia. Jalan yang mungkin sepi di dunia, namun ramai di langit. Jalan yang penuh ujian, tetapi sarat keberkahan.

Tetaplah mengajar.
Tetaplah sabar.
Tetaplah ikhlas.

Karena boleh jadi, satu kalimat yang kita ajarkan hari ini akan menjadi cahaya hidup seseorang di masa depan, dan cahaya itu akan kembali menerangi kubur kita kelak.

________

Post a Comment

Previous Post Next Post