Belajar Adalah Proses, Bukan Perlombaan

Dalam dunia pendidikan, masih sering kita temui pandangan bahwa belajar identik dengan peringkat. Anak dinilai berhasil ketika berada di posisi atas, dan dianggap kurang berhasil ketika berada di peringkat akhir. Padahal, hakikat belajar bukanlah perlombaan atau pertandingan, melainkan sebuah proses panjang yang bertujuan membentuk pemahaman, keterampilan, dan karakter peserta didik.

Setiap anak adalah individu yang unik. Mereka belajar dengan kecepatan, gaya, dan latar belakang yang berbeda. Saat ini, anak-anak juga dibimbing oleh guru yang berbeda, dengan pendekatan, strategi, dan dinamika kelas yang tidak sama. Menuntut asesmen harus seragam sepenuhnya demi pemeringkatan sering kali mengabaikan kenyataan bahwa proses belajar setiap anak tidak identik. Keadilan dalam pendidikan bukan berarti menyamakan segalanya, melainkan memberi setiap anak kesempatan berkembang sesuai potensinya.

Capaian belajar seharusnya menjadi fokus utama. Bisa saja seorang anak berada di peringkat akhir, namun menunjukkan peningkatan pemahaman, kemandirian, dan sikap belajar yang sangat baik dibandingkan sebelumnya. Sebaliknya, apa arti peringkat tinggi jika capaian belajarnya justru menurun, hanya karena tekanan mempertahankan posisi? Peringkat tidak selalu mencerminkan kualitas proses belajar yang sesungguhnya.

Selain itu, setiap jenjang dan setiap semester memiliki materi dan tujuan pembelajaran yang berbeda. Anak yang unggul di satu fase belum tentu langsung menonjol di fase berikutnya, dan sebaliknya. Pendidikan yang sehat memberi ruang bagi naik-turunnya capaian sebagai bagian dari proses tumbuh dan belajar. Yang lebih penting adalah keberlanjutan: apakah anak terus berkembang, memahami materi, dan memiliki sikap positif terhadap belajar.

Bagi orang tua, penting untuk menggeser fokus dari “anak saya peringkat berapa” menjadi “anak saya berkembang sejauh apa”. Apresiasi terhadap usaha, kemajuan, dan proses akan menumbuhkan motivasi intrinsik pada anak. Pendidikan yang memerdekakan bukanlah pendidikan yang sibuk membandingkan, tetapi yang menuntun setiap anak menemukan versi terbaik dirinya.

Pada akhirnya, belajar bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi tentang siapa yang terus berjalan, belajar dari proses, dan bertumbuh dengan makna.


______

Post a Comment

Previous Post Next Post