Liburan Santri: Waktu Istirahat yang Bernilai Ibadah

Liburan adalah nikmat dari Allah ï·» yang patut disyukuri. Setelah berbulan-bulan menuntut ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan menjalani rutinitas pesantren, santri diberikan waktu rehat untuk menyegarkan fisik dan pikiran. Namun, seorang santri sejati memahami bahwa liburan bukanlah waktu untuk lalai, melainkan kesempatan untuk tetap menanam kebaikan dengan cara yang berbeda.

Waktu adalah amanah. Setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, mengisi liburan dengan aktivitas yang bermanfaat adalah bentuk kecerdasan iman. Santri dapat memulai dengan menjaga hubungan dengan Allah ï·» melalui shalat tepat waktu, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, muraja’ah hafalan, dzikir, dan doa. Meski tidak seintens di pesantren, menjaga kebiasaan baik adalah tanda keistiqamahan.

Liburan juga menjadi momen berbakti kepada orang tua. Membantu pekerjaan rumah, bersikap santun, mendengarkan nasihat, dan mendoakan kedua orang tua adalah amalan besar nilainya di sisi Allah. Santri yang baik tidak hanya terlihat saat di pesantren, tetapi juga ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Selain itu, santri dianjurkan mengisi waktu dengan kegiatan yang melatih kemandirian dan kepedulian sosial. Mengajar mengaji adik-adik di sekitar rumah, ikut kegiatan masjid, membantu tetangga, atau terlibat dalam kegiatan sosial adalah ladang pahala yang luas. Di sinilah santri belajar mengamalkan ilmu, bukan sekadar menyimpannya.

Hiburan dalam liburan tentu boleh, selama tidak melalaikan kewajiban dan menjauhkan dari nilai-nilai Islam. Pilihlah hiburan yang sehat, mendidik, dan tidak melanggar adab. Ingatlah bahwa hati yang terbiasa dengan kebaikan akan merasa sempit dengan kemaksiatan.

Wahai para santri, liburan akan segera berlalu. Jadikan setiap harinya bernilai ibadah, setiap aktivitas bernilai pahala, dan setiap langkah mendekatkan diri kepada Allah ï·». Semoga liburan ini menjadi sebab bertambahnya iman, akhlak, dan kesiapan untuk kembali menuntut ilmu dengan semangat yang lebih kuat.

“Isi waktu mudamu sebelum datang masa tuamu, dan isi waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu.”
Semoga Allah ï·» memberkahi waktu liburan kita dan menjadikannya sarana kebaikan. Aamiin.

________

Post a Comment

Previous Post Next Post